Sanksi PSSI untuk Panpel Persib: Pelajaran Penting untuk Masa Depan
Komite Disiplin (Komdis) PSSI baru saja memberikan sanksi kepada Panitia Pelaksana Pertandingan Persib setelah insiden yang terjadi pada laga melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) pada 23 September 2024. Insiden ini, yang mencakup penyalaan flare, pelemparan botol, dan kerusuhan yang melibatkan penonton, menjadi sorotan utama dan membawa konsekuensi serius bagi pihak penyelenggara.
Berdasarkan Surat Keputusan bernomor 027/L1/SK/KD-PSSI/X/2024, Panpel Persib dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. Hal ini disebabkan oleh berbagai pelanggaran yang tidak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tetapi juga mengakibatkan adanya korban luka-luka.
Sebagai konsekuensi, Panpel Persib dikenakan sanksi berupa larangan menyelenggarakan dua pertandingan kandang dengan penonton, diikuti dengan penutupan tribun utara dan selatan selama tiga pertandingan kandang berikutnya. Tak hanya itu, denda sebesar Rp 295 juta juga harus dibayarkan.
Vice President Operation PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, mengakui adanya pelanggaran dan menerima sanksi tersebut. "Kami mengerti bahwa tindakan seperti penyalaan flare dan pelemparan yang terjadi sangat tidak bisa dibenarkan. Insiden tersebut seharusnya tidak terjadi," katanya. Ia juga menekankan bahwa sanksi ini tidak hanya merugikan Persib secara material, tetapi juga merugikan Bobotoh yang selalu mendukung tim dengan tertib.
Andang berharap sanksi ini menjadi yang terakhir kalinya bagi Persib dan mengajak semua pihak untuk bersatu menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan. "Kami berkomitmen untuk berusaha lebih keras menjaga keamanan di setiap pertandingan, bekerja sama dengan pihak kepolisian dan komunitas suporter untuk mencegah terulangnya insiden serupa," ujarnya.
Keamanan dan kenyamanan penonton adalah prioritas utama bagi Persib, dan mereka bertekad menciptakan atmosfer sepak bola yang aman dan nyaman bagi semua kalangan, termasuk keluarga dan anak-anak. Andang juga mengapresiasi Bobotoh yang tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban.
Persib mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menjaga keamanan dan mencegah tindakan anarkis. Dengan harapan bahwa insiden serupa tidak akan terulang, langkah ke depan adalah bekerja sama untuk memastikan pertandingan dapat berjalan lancar dan dinikmati oleh semua penonton.
